Pada abad ke 21 ini syiah dan zionis berusaha menghapus nama abdullah bin saba sebagai pencentus syiah,bahkan kelompok sekte sesat syiah berupaya menanggap abdullah bin saba sebagai tokoh fiktif
Ath-Thabari telah menyebutkannya dalam At-Taarikh (4/430) bahwa Ibnu Saba’ dahulunya seorang Yahudi dari penduduk Shan’a.
Ibnul-Atsir berkata dalam Al-Kamiil (3/77) : ”Abdullah bin Saba’ si Yahudi dulunya seorang Yahudi dari penduduk Shan’a dan ibunya adalah Sauda’ ”.
Ath-Thabariy menyebutkan dalam sejarah kejadian-kejadian di tahun 30 H bahwa Ibnu Saba’ mendatangi Abu Darda’. Maka Abu Darda’ berkata kepadanya,”Siapa kamu ini ? Aku mengira kamu ini – demi Allah – seorang Yahudi !”.
Ternyata selain ulama ahlus sunnah wal jamaah yang meriwayatkan keberadaan abdullah bin saba ternyata tokoh syiah bernama Al-Mamiqani dan Sayid Ni’matullah Al-Jazairi mengatkaan dalam kitabnya memang ada nya abdullah bin saba
Sayid Ni’matullah Al-Jazairi berkata
عبدالله بن سبا گفت علی ' alaihis سلام، ' شما خدا درست است. "سپس علی تبعید به مدائن . گفته شده است که او یک یهودی که به اسلام گرویده است. در طول یهودیان او در مورد بن یوسا " نون و موسی را به عنوان او به علی گفت: می گوید. " ( الانوار-
Abdullah bin Saba’ berkata kepada Ali ‘Alaihis salam, ‘Kamu adalah Tuhan yang benar.’ Maka Ali mengasingkannya ke Madain. Dikatakan bahwa dia adalah seorang Yahudi yang masuk Islam. Semasa Yahudi dia mengatakan tentang Yusa’ bin Nun dan Musa seperti yang dikatakannya kepada Ali.” (Al-Anwar An-Nu’maniyah,
Nu'maniyah ، 2/234 ) .
Al-Mamiqani berkata,
عبدالله بن سبا نسبت داده شده به خیانت و ghuluw ( کار برکنار شده ) قابل رویت ترین او. "او گفت، "بیش از حد نفرین ، سوخته توسط فرمانده وفادار با آتش، او ادعا کرد که علی به عنوان خدا و او را به عنوان یک پیامبر . " ( آل Tanqih فی Maqal ' Ilmi به Ar- رجال ، 2 / 183-184 ) .
“Abdullah bin Saba’ yang dinisbatkan kepadanya kekufuran dan ghuluw (berlebihan) yang paling tampak.” Dia berkata, “Orang berlebihan yang dilaknat, dibakar oleh Amirul Mukminin dengan api, dia mengaku bahwa Ali sebagai Tuhan dan dia sebagai nabi.” (Tanqih Al-Maqal fi ‘Ilmi Ar-Rijal, 2/183-184).
Walaupun ada ulama Syi’ah sekarang ini mengingkarinya, lantaran telah mengetahui kebobrokan aqidah Ibnu Saba yang sudah banyak menyelinap di berbagai pecahan kelompok Syi’ah.
Diantara kitab-kitab karya ulama Syi’ah yang mengungkap keberadaan Abdullah bin Saba ialah kitab Risalah Al-Irja (karya Al-Hasan bin Muhammad bin Al-Hanafiyah), Al-Gharat (Abu Ishaq Ibrahim bin Muhamamd Sa’id Al-Asfahani), Al-Maqalatu wal Firaq (Sa’ad bin Abdillah Al-Qummi), Firaqu Asy-Syi’ah (Muhammad Al-Hasan bin Musa An-Nubakhti) Rijalu Al-Kisysyi (Abu Amr Muhammad bin Umar Al-Kisysyi), Rijalu Ath-Thusi (Abu Ja’far Muhammad bin Al-Hasan Ath-Thusi), Syarah Ibni Abil Hadid li Nahji Al-Balaghah (Izzudin Abu Hamid Abdul Hamid bin Hibatullah yang lebih popular dengan sebutan Ibnu Abil Hadid Al-Mu’tazili Asy-Syi’i, Ar-Rijal (Al-Hasan bin Yusuf Al-Hilli), Raudhatul Jannat (Muhammad Baqir Khawansari), Tanqihul Maqal fi Ahwali ar-Rijal (Abdullah Al-Mamqani), Qamusu Ar-Rijal (Muhammad Taqiyyi At-Tustari), Raudhatush Shafa, sebuah buku sejarah tentang Syi’ah yang ditulis dengan bahasa Parsi. Ini sebagian buku-buku Syi’ah yang meyinggungnya. (http://sosok.kompasiana.com/2013/06/21/siapa-bilang-abdullah-bin-saba-itu-dongeng-570967.html)
Dan abdullah bin saba menjadi otak pemberontak terhadap amirul mukmin utsman bin affan Radhiallahu anhu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar